JAKARTA,15/2/2026.BAMPINEWS.COM — Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tinju Indonesia resmi digelar pada Kamis, 12 Februari 2026, di PPOP Ragunan, Jakarta Selatan. Ajang bergengsi ini berada di bawah naungan Pengurus Besar Tinju Indonesia (PERBATI) dan dibuka langsung oleh Ketua Umum PERBATI, Ray Zulham Farras Nugraha.

Kejurnas tersebut menjadi panggung nasional bagi atlet-atlet tinju terbaik dari berbagai provinsi di Indonesia untuk menunjukkan kemampuan, daya juang, serta hasil pembinaan daerah masing-masing. Di tengah persaingan ketat antar kontingen, kehadiran rombongan kecil dari Sulawesi Selatan justru mencuri perhatian. Bukan karena jumlahnya, melainkan karena dedikasi dan semangat besar yang mereka bawa.

Salah satu sosok yang menarik perhatian di sudut ring adalah Pak Muskarnain. Sehari-hari, ia dikenal sebagai aparatur sipil negara (ASN) yang mengabdi di Balai Kota Makassar. Namun di arena Kejurnas, ia hadir dengan peran berbeda sebagai pelatih tinju berpengalaman yang turun langsung mendampingi atlet binaannya.

Pak Muskarnain bukan nama asing di dunia tinju daerah. Ia merupakan mantan atlet yang pernah aktif bertanding pada masanya. Pengalaman panjang tersebut kini ia wariskan melalui proses pembinaan yang konsisten dan penuh kedisiplinan. Keikutsertaannya dalam Kejurnas Tinju Indonesia 2026 bukan semata-mata sebagai pendamping, tetapi sebagai bagian dari upaya menjaga kesinambungan prestasi olahraga tinju di Makassar.

Pada Kejurnas kali ini, Pak Muskarnain secara khusus mendampingi putra kandungnya yang turut bertanding mewakili daerah. Bagi dirinya, langkah tersebut bukan sekadar hubungan keluarga, melainkan bentuk tanggung jawab moral dan profesional sebagai pelatih. Ia memastikan setiap atlet yang dibinanya tampil dengan mental siap bertanding, menjunjung sportivitas, serta membawa nama daerah dengan penuh kehormatan.

Menurut Pak Muskarnain, pembinaan atlet tidak cukup hanya dilakukan di atas kertas atau dari balik meja. Kehadiran pelatih di arena, menurutnya, menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan diri atlet, terutama saat berlaga di level nasional yang sarat tekanan.

Pembinaan atlet harus dilakukan secara menyeluruh. Tidak hanya fisik dan teknik, tetapi juga mental dan karakter. Atlet harus dibentuk agar siap bersaing, siap menang, dan siap menerima hasil dengan lapang dada,” ujarnya di sela-sela pertandingan.

Kehadiran Pak Muskarnain di Kejurnas ini sekaligus menjadi gambaran nyata bahwa kepedulian terhadap dunia olahraga dapat berjalan seiring dengan pengabdian sebagai ASN. Meski telah memiliki karier yang mapan, ia tetap meluangkan waktu dan tenaga untuk membina generasi muda agar memiliki arah dan tujuan yang jelas melalui jalur olahraga prestasi.

Keikutsertaan atlet Makassar dalam Kejurnas Tinju Indonesia 2026 juga menjadi simbol bahwa daerah ini terus berupaya menjaga eksistensinya di tingkat nasional. Makassar dikenal sebagai salah satu daerah yang konsisten melahirkan atlet-atlet potensial dari berbagai cabang olahraga, termasuk tinju.

Melalui ajang Kejurnas ini, diharapkan muncul regenerasi atlet yang mampu melanjutkan tradisi prestasi dan membawa nama daerah ke level yang lebih tinggi. Dukungan pelatih berpengalaman seperti Pak Muskarnain dinilai menjadi elemen penting dalam proses tersebut.

Kisah dedikasi Pak Muskarnain menjadi refleksi bahwa pembangunan sumber daya manusia, khususnya generasi muda, membutuhkan keteladanan dan keterlibatan langsung. Dari sudut ring Ragunan, semangat itu terpancar bahwa dengan disiplin, kerja keras, dan kepedulian, daerah mampu bersaing dan berdiri sejajar di panggung nasional.

Kejurnas Tinju Indonesia 2026 pun tidak hanya menjadi ajang perebutan prestasi, tetapi juga ruang pembuktian bahwa olahraga dapat menjadi sarana pembentukan karakter, pengabdian, dan kebanggaan daerah.

\ Get the latest news /